Indonesia dan destinasi wisatanya dianggap memiliki kekayaan alam dan keragaman budaya yang membuat wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara sering berkunjung. Majalah Marketeersbersama Yayasan Real WOW ( Wonderful Of World ) memberi penghargaan The Real WOW.
 |
| Tidore |
Majalah Marketeers memberi penghargaan untuk tujuh destinasi wisata terindah di Indonesia. Destinasi apa sajakah itu?
Tahun ini, ketujuh destinasi pariwisata yang mendapatkan penghargaan adalah Kabupaten Belitung Timur, Pesona Portugis di Pulau Tidore, Pesisir Pantai Sumatera Barat, Gunung Ijen di Banyuwangi, Kepulauan Berau di Kalimantan Timur, Kabupaten Kuningan dan Pulau Sabang.
Belitung, atau sering disebut sebagai Negeri Laskar Pelangi, memiliki banyak tempat wisata indah seperti Pantai Tanjung, sebuah pantai berpasir putih yang elok. Objek lain berada di Belitung Timur adalah Pantai Burung Mandi, Vihara Dewi Kwan Im, Pice Dam, Pantai Nyiur Melambai dan Bukit Samakyang jaraknya berdekatan.
Sedangkan di Pulau Tidore memiliki nilai historis yang tinggi karena di tanah itu Portugis pertama kali menginjakkan kaki. Menurut Pemerintah Daerah Tidore Kepulauan, potensi wisata di kota ini terdiri dari 19 objek wisata bahari, 21 lokasi wisata sejarah, 6 lokasi wisata alam, 5 lokasi wisata seni dan budaya, serta 4 lokasi wisata agro yang selalu menarik perhatian wisatawan.
 |
| Kawah Ijen |
Kini kita beralih ke Pulau Jawa, di mana ada sebuah gunung di Kabupaten Banyuwangi yang menyuguhkan pemandangan luar biasa, yaitu Gunung Ijen. Meski hingga kini Gunung Ijen masih aktif, tetapi banyak wisatawan yang datang ke Kawasan Wisata Kawah Ijen yang membentuk danau dengan warna hijau toska yang indah.
Jika kita melihat ke Pulau Kalimantan, maka ada Pulau Derawan yang terletak di Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Wilayah kepulauan ini memiliki empat pulau terindah seperti Derawan, Sangalaki, Maratua dan Kakaban. Kepulauan ini merupakan salah satu spot diving terindah dengan air yang jernih yang ada di Indonesia sehingga banyak dikunjungi wisatawan.
Di kepulauan ini, pengunjung juga sering menjumpai kura - kura raksasa, lumba - lumba, pari manta ( pari biru ), duyung, barakuda, ubur - ubur, kepiting kelapa, dan kadang - kadang paus. Demikian dilansir dari Marketeers.
Air terjun yang kita tahu akan berwarna putih dengan dibumbui deburan air yang jatuh dari ketinggian. Menyegarkan. Tetapi apa yang terjadi apabila air terjun tersebut berupa api? Inilah sebuah pesona alam yang menakjubkan dan jarang terjadi dibelahan Bumi ini.
The Horsetail Firefall di Yosemite National Park di California adalah sebuah tontonan menakjubkan. Ini adalah air terjun yang mengalir musiman pada musim dingin dan awal musim semi, dan jatuh di atas sisi timur El Capitan, sehingga sebagai latar belakang itu memiliki salah satu dinding granit yang paling mengesankan.
Uniknya, selama pertengahan tahun sampai Februari, sinar Matahari menyorot langsung di air terjun. Pencahayaan itu menghadirkan sinar keemasan yang membuat tampilan air seperti lavayang mengalir.
Setiap tahun ratusan fotografer dan ribuan pengunjung taman berkumpul di malam hari, guna menangkap tampilan alami yang menakjubkan ini. Pasalnya, tampilan spekakuler itu hanya berlangsung kurang dari sepuluh menit dan hanya bisa dipotret saat senja.
Selain itu, tidak mudah mendapatkan tampilan tersebut. Pasalnya, di musim dingin, Yosemiteumumnya membeku. Padahal, air terjun api hanya bisa diabadikan saat air mengalir, yang berarti suhu harus cukup hangat.
Kedua, langit haruslah cerah saat Matahari terbenam. Tidak boleh ada awan yang menghalangi karena bisa memblokir Matahari, dan membuyarkan momen spektakuler itu.
Lembah Yosemite ditemukan pertama kali pada tahun 1851, tetapi waktu itu tidak disebutkan adanya air terjun alami. Karena air terjun indah ini hanya bisa ditangkap pada waktu dan kondisi cuaca yang tepat. Barulah pada tahun 1973, fenomena ini pertama kali ditangkap oleh fotografer Galen Rowell.
Raja Ampat, dugaan bagi banyak orang adalah obyek wisata, terdiri dari empat pulau dengan beragam atraksi seperti snorkeling, menyelam dan menyusuri masing - masing pulau. Benarkah hanya itu? Tentu saja tidak. Raja Ampat adalah nama Kabupaten yang berada di Propinsi Papua Barat di wilayah 'Kepala Burung' pulau Papua. terdiri dari hamparan 1.846 pulau berpenghuni maupun tidak, dengan luas wilayah 4,5 juta hektar.
 |
| Barry Kusuma |
Masyarakat membagi wilayah Kabupaten Raja Ampat jadi dua: utara dan selatan. Di bagian utara, ada satu pulau terbesar di kabupaten ini: Pulau Waigeo. Di pulau inilah ibu kota kabupaten, Kota Waisai, berada.
Selain Waigeo, ada tiga pulau besar di Kabupaten Raja Ampat yakni Batanta, Salawati, dan Misool. Hanya Pulau Misool yang berada di wiayah selatan.
Kabupaten Raja Ampat dimekarkan tahun 2003. Namanya mulai tersohor tahun 2007- an karena wilayah Wayag muncul di layar kaca. Wayag adalah wilayah terjauh, letaknya berada di ujung barat - laut batas kabupaten.
Tak hanya karena media, Raja Ampat dikenal karena kekayaan biota lautnya. Ada lebih dari 1.320 spesies ikan karang dan lebih dari 540 atau tiga perempat dari jumlah koral keras ( hard coral ) di dunia ada di Raja Ampat. Sederhananya, Raja Ampat adalah tempat menyelam terkaya dan terindah di dunia.
Menuju Raja Ampat
Cara menuju ke Kabupaten Raja Ampat yakni akses paling populer adalah melalui Pelabuhan Usaha Mina atau Pelabuhan Pelayaran Rakyat, keduanya ada di Sorong. Dari sana, setiap hari ada Feri yang berangkat ke Waisai.
Hari Senin, Rabu, Jumat, ada dua kali perjalanan, jam 9 pagi dan jam 2 siang. Sementara sisanya hanya satu kali keberangkatan, jam 2 siang.
Ada dua kelas yang disediakan dalam Feri: ekonomi dan VIP. Kelas ekonomi dapat diperoleh seharga Rp 130.000 sementara untuk kelas VIP diberi harga Rp 230.000.
Dari Sorong, bisa juga langsung ke Pulau Misool. Ada kapal penumpang umum yang berangkat setiap hari Rabu. Sementara untuk rute Misool - Sorong, kapal berangkat setiap Sabtu.
Kota Sorong terletak di Papua Barat. Bandar udaranya bernama Domine Eduark Osok. Penerbangan dari Sorong ke Waisai tersedia melalui Susi Air. Pesawat berangkat setiap hari Senin dan Jumat pukul 08.30. Semenara untuk rute sebaliknya, berangkat pukul 11.00. Harga tiket berkisar Rp 360.000 untuk sekali jalan dengan lama penerbangan 30 menit.
Penerbangan Jakarta - Sorong sebagian besar harus transit di Makassar, Sulawesi Selatan. Hanya Garuda Indonesia yang memiliki penerbangan langsung Jakarta - Sorong dengan lama penerbangan 4 jam 10 menit. Selain Garuda Indonesia, maskapai yang memiliki destinasi Sorong di antaranya Sriwijaya Air, Lion Air, Wings Air, dan Express Air. Harga tiket rata - rata Rp 4 - 5 juta untuk sekali terbang.
Transportasi
Untuk mengelilingi Raja Ampat diperlukan Feri atau perahu cepat ( speed boat ). Sewa satu perahu cepat berkisar dari Rp 15-17 juta per hari, sudah termasuk pemandu. Sementara untuk bahan bakar per liter dihargai Rp 15.000.
Untuk destinasi - destinasi yang dekat seperti Gugusan Painemo atau sekadar ke Teluk Kabui, dibutuhkan 200 - 400 liter. Sementara untuk ke Wayag yang menjadi ikon Raja ampat, bisa menghabiskan sampai 1 drum bahan bakar.
Sementara untuk kendaraan dalam kota, harus menyewa mobil atau naik ojek. Tarif ojek berkisar Rp 20.000 hingga Rp 75.000. Untuk sewa mobil bisa dikenai harga Rp 900.000 per hari sudah termasuk sopir.
Destinasi Wisata
Jika ingin berkunjung ke Raja Ampat, harus memiliki Pin Raja Ampat. Pin ini dapat dibeli di Tourist Information Center di Sorong atau Waisai. Pin ini akan berlaku selama satu tahun dengan harga Rp 250.000 untuk WNI dan Rp 500.000 untuk WNA.
Wilayah utara memiliki banyak pilhan wisata pulau - ke - pulau dan menyelam. Pemandangan yang sering dilihat di brosur dan televisi? Itu adalah gugusan pulau di Wayag. Jaraknya sekitar 3 - 4 jam perjalanan dari Waisai. Kemudian masih harus mendaki 30 bukitnya. Dari puncak bukit inilah pemandangan indah itu dapat dilihat.
Atraksi wisata serupa Wayag juga dapat dinikmati di Painemo. Jaraknya lebih dekat dari Waisai, sekitar dua jam dengan perahu cepat. Pengunjung perlu mendaki bukit selama 20 menit untuk menikmati pemandangan pulau-pulau kecil di bawah.
Jika suka menyelam, Teluk Kabui bisa jadi tempat memulai, bukan karena ini tempat yang paling indah, tapi karena airnya cenderung lebih tenang untuk pemula. Semua tempat bawah laut di Raja Ampat indah.
Sementara atraksi menarik lain yang dapat diikuti adalah menyaksikan burung Cendrawasihmenari. Burung-burung ini hanya menari di pagi hari, dan sangat peka dengan bebauan. Jadi, jika ingin menyaksikannya, hindari menggunakan bebagai minyak dari minyak wangi sampai minyak angin.
Atraksi menyaksikan burung Cendrawasih ini dapat diikuti di Desa Sawingrai di Pulau Gam dan Saporken. Berangkat subuh, karena jarak tempuh dari Waisai ke Sawingrai sekitar satu jam. Jika terlambat burung ini sudah berhenti menari.
Destinasi bagian selatan hampir terpusat di Pulau Misool. Kunjungi Bukit Harfat Jaya Dapunlol untuk mendapat pengalaman serupa Wayag dan Painemo. Bedanya, tak ada pemandangan pantai di bagian bawah, dan tak bisa memandang sejauh 360 derajat, karena bagian belakang terhalang pepohonan.
Atau ada tebing Sumalelen dan Sumbayo. Kedua tebing ini menyimpan lukisan berusia 10.000 tahun dengan gambar tangan, ikan, dan simbol - simbol unik berwarna merah.
Ada juga danau ubur - ubur Lenmakana dan Karawapop, Goa Wanita Murung, dan Goa Keramat. Berbagai pantai dan laguna juga ‘berserakan’ seperti Laguna Balbulol, Laguna Yapyap, Pantai Farondi, dan Pantai Namlol.
Tips
Biaya yang mahal memang kendala terbesar wisata ke Raja Ampat. Sebaiknya wisata berkelompok yang terdiri dari 5 - 8 orang. Beberapa situs juga menyarankan hingga 10 orang, tetapi lebih baik bila di angka 10 orang karena perahu terkecil di Raja Ampat yang harganya paling murah, memiliki kapasitas maksimal 8 orang.
Selain itu penginapan juga memiliki kapasitas 2 - 4 orang ( genap ). Maka, jumlah 8 orang akan cukup untuk menutup akomodasi.
Sebaiknya Anda untuk aktif bertanya pada pemandu dan sopir Feri atau perahu cepat. Berbagai tempat seringkali meminta tips lebih. Pergilah bersama pemandu untuk menghindari hal - hal tak nyaman seperti ini.
Selama di kota, gunakan busana yang sopan. Masyarakat belum terbiasa melihat bikini di tengah kota. Jika melanggar sanksinya beragam dimulai dari teguran.
Waktu Terbaik
Oktober - April adalah waktu terbaik berkunjung karena ombak tak terlalu besar. Mei sampai pertengahan Juni dan dua minggu terakhir di bulan September juga ombaknya masih bisa dihadapi. Kompas
Bila ada waktu luang untuk berwisata di Yogyakarta, cobalah luangkan pula waktu untuk datang ke sisi selatan Yogyakarta. Aneka kegiatan wisata dapat Anda lakukan. Mulai dari bermainsandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo, menikmati suasana syahdu di Parangtritis, hingga menikmati cantiknya sunset di pinggir pantai.
Salah satu tempat yang menawarkan pemandangan sunset atau Matahari terbenam adalah Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta. Sambil menunggu terbenamnya Matahari, kegiatan sandboarding terus menggeliat di Gumuk Pasir Parangkusumo. Biasanya, atraksi wisata sandboarding dilakukan saat pagi hari atau menjelang senja sekaligus menanti Matahari tenggelam.
Saat - saat rona Matahari mulai tenggelam. Gradasi warna langit perlahan berubah dari biru menjadi kemerahan. Padang pasir yang menghampar luas berubah menjadi siluet hitam di layar kamera. Beberapa orang hanya terlihat menjadi bayangan hitam. Wisatawan lain juga turut mengabadikan momen - momen yang selalu ditunggu para pemburu senja. Jangan lupa, atur fitur kamera untuk berfungsi membuat foto siluet.
Dari puncak gumuk pasir, memandang ke arah selatan, wisatawan dapat melihat bentang alam berupa gumuk pasir, jalan desa, pemukiman penduduk, dan juga Pantai Parangkusumo di kejauhan. Pohon - pohon kelapa juga terlihat tumbuh di sepanjang garis pantai.
Momen Matahari terbenam adalah satu bonus ketika mengunjungi Gumuk Pasir Parangkusumo.
Kunjungi Gumuk Pasir Parangkusumo pada pukul 17.00 WIB untuk menikmati sunset cantiknya. Sebelum Matahari turun, sempatkan mencari sudut pandang terbaik untuk mendokumentasikan peristiwa. Selain itu, musim terbaik untuk datang adalah pada musim kemarau ketika langit bersih dari awan - awan mendung.
Bagi para pecinta fotografi, pastikan baterai kamera telah terisi agar tak kehilangan momen. Selain itu, lindungi kamera dari pasir yang tertiup angin ketika sedang mendokumentasikan momenMatahari tenggelam. Tips lain adalah setelah memotret, segera bersihkan kamera dari pasir - pasir yang menempel dengan menggunakan kuas.
Gumuk pasir Parangkusumo terletak sekitar 40 kilometer dari Malioboro Yogyakarta. Jika membawa motor atau mobil, wisatawan dapat memarkir di tempat yang disediakan di pinggir Gumuk Pasir Parangkusumo. Untuk masuk ke area Gumuk Pasir Parangkusumo tidak dikenakan biaya tiket. Di area gumuk pasir dekat tempat parkir, terdapat satu tempat sampah yang dapat digunakan untuk membuang sampah.
Setelah atau sebelum menikmati Matahari tenggelam terasa lapar, terdapat kedai makan dan minum yang terletak di dekat area gumuk pasir. Wisatawan dapat memesan minuman ringan dan juga makanan ringan. Harga yang ditawarkan terbilang terjangkau mulai dari Rp3.000. Wisatawan juga dapat beristirahat sambil duduk di tempat yang telah disediakan oleh pihak pengelola kedai
Danau Kelimutu di Ende NTT menawarkan pemandangan dan pesona sunrise yang luar biasa. Tetapi sebelum Anda bisa menikmati moment yang istimewa tersebut, Anda perlu tahu tips agar kegiatan memburu sunrise di Danau Kelimutu akan terlihat istimewa dan lebih maksimal.
Bagi Anda yang baru pertama kali ingin berburu momen sunrise di Danau Kelimutu bisa menyimak beberapa tips berikut. Tips berikut akan sangat berguna bagi Anda.
Bawa Air Minum
Bawalah botol air minum sendiri karena untuk menuju puncak Kelimutu akan dibutuhkan tenaga ekstra. Jangan sampai Anda mengalami dehidrasi. Ini penting mengingat jarak dari puncak Kelimutu menuju pusat kesehatan setempat lumayan jauh.
Walaupun nanti di puncak ada yang berjualan jajanan dan juga minuman, sebaiknya memang Anda membawa minum sendiri. Selain secara kesehatan lebih terjamin, juga bisa sedikit berhemat. Tapi ingat, sehabis minum botolnya dibawa turun lagi.
Siapkan Senter
Berburu momen sunrise berarti Anda mesti siap untuk berangkat sepagi mungkin. Setidaknya pukul 03.00 WITA, Anda sudah mesti bersiap dengan segala perlengkapan yang dibutuhkan. Jangan lupakan satu benda penting ini, apalagi kalau bukan senter.
Terdengar sepele mungkin, tapi senter akan menerangi jalan kita saat meniti anak tangga menuju puncak, karena di sana tidak ada lampu penerangan sama sekali di sepanjang jalan. Meskipun ada handphone, tetapi sinarnya tidak akan seterang senter.
Jika lupa membawa senter, Anda harus siap - siap saja tersandung karena banyaknya anak tangga yang mesti dilewati. Lebih praktis lagi, bawalah headlamp yang dipasang di kepala. Dijamin akan lebih mudah saat berjalan menembus gelap.
Pakailah Jaket Tebal
Mengingat Anda akan menuju puncak gunung, siapkan juga jaket yang tebal dan bisa memberikan kehangatan. Suhu udara di puncak akan sangat dingin, apalagi di pagi hari.
Angin yang bertiup di puncak Kelimutu akan cukup kencang. Siapkan juga syal untuk melindungi bagian leher. Jika memungkinkan pakailah juga kupluk atau beanie untuk menjaga agar bagian kepala tetap hangat.
Terakhir, siapkan juga minyak kayu putih atau balsem untuk dioleskan agar badan tetap hangat dan mencegah masuk angin. Tetapi itu opsional, terserah yang Anda mau menggunakannya atau tidak.
Siapkan Kamera
Jangan lupa juga untuk menyiapkan kamera dan alat dokumentasi lainnya. Kapan lagi bisa mengabadikan momen sunrise yang dahsyat di Kelimutu?
Cek juga kapasitas memori, serta daya tahan baterai kamera agar saat dibawa ke puncak tidak mengalami lowbat ataupun kehabisan memori. Momen sunrise di Danau 3 warna Kelimutu akan menjadi objek terbaik untuk di abadikan sepanjang hidup.
Memakai Pakaian Yang Nyaman
Sebelum mendaki sampai puncak untuk melihat Danau Kelimutu, pilihlan pakaian yang nyaman untuk dikenakan. Mengingat suhu yang dingin, kenakanlah pakaian yang bisa melindungi tubuh. Mengenakan celana panjang dan kaos, dengan ditutup jaket adalah opsi yang terbaik untuk Anda.
Jangan sampai karena ingin tampil modis justru menggigil kedinginan saat menikmati sunrise di Danau Kelimutu. Sudah banyak kejadian turis yang mengaku kedinginan karena tidak membawa jaket atau pakaian yang berbahan tebal.
Berhati - Hati
Terakhir, harap untuk selalu berhati - hati dan menjaga keselamatan diri sendiri. Jangan berfoto sambil melewati pagar pembatas yang sudah ditentukan. Mengingat medan tanah di pinggir kawah labil dan mudah longsor.
Sudah pernah ada kejadian turis yang jatuh terperosok dan masuk ke dalam kawah Kelimutu. Turis itu pun meninggal dunia dan harus dilakukan upacara tertentu agar jenazah bisa diangkat dari dasar kawah menuju ke permukaan. Jangan sampai kejadian tersebut terulang lagi ya...src
Alam Indonesia dari bawah laut hingga puncak gunung adalah cantik dan indah adanya. Sulit merangkai dengan kata segala kecantikan alam Indonesia. Kita memiliki aneka ragam flora dan fauna, kejaiaban alam dengan sejuta panorama cantik yang tak pernah bosan memanjakan mata dan terkadang membuat hati ini terhenyak kencang. Salah satunya adalah 5 danau cantik yang hanya ada di Indonesia ini.
1. Danau Kakaban, Kalimantan Timur
Danau yang terletak di Pulau Kakaban, Berau Kalimantan Timur ini memerangkap air laut, air dalam tanah dan air hujan sejak 2 juta tahun lalu. Danau Kakaban termasuk danau prasejarah yakni ketikaZaman Peralihan Holosin.
Dengan luas sekitar 5 Km2 dikelilingi dinding karang terjal setinggi 50 M sehingga air laut yang terperangkap tidak bisa keluar. Dalam perkembangannya kemudian, air disini menjadi lebih tawar dan menyembabkan perubahan ekosistem yang unik.
Pulau dengan danau seperti ini selain di Berau, Indonesia hanya ada di Danau Ubur - ubur Palau, Kepulauan Micronesia. Kakaban sendiri artinya adalah "memeluk", jadi pulau yang memeluk danau dan juga flora dan fauna di sekitarnya. Jika anda pergi ke Derawan, jangan lupakan Kakaban.
2. Danau Labuan Cermin, Kalimantan Timur
Danau ini bening seperti kaca dengan dua rasa, tawar dan asin. Yup, hal ini karena Danau Labuan Cermin merupakan campuran antara danau air tawar dan air asin. Permukan merupakan air tawar yang tidak tercampur dengan dasar danau dimana terdapat aliran air asin.
Perbedaan air tersebut juga mengakibatkan perbedaan ikan yang hidup antara di permukaan dan dasar danau. Setelah dari Kakaban anda bisa mendatangi Labuan Cermin dalam rangka mengeksplorasi Derawan.
3. Danau Kelimutu, NTT
Siapa yang tidak tahu Danau Kelimutu yang memiliki panorama menakjubkan dari 3 danau dengan warna yang berbeda. Danau ini terletak di Gunung Kelimutu, Pulau Flores, NTT. Danau yang biasa kita sebut Danau Tiga Warna ini memang memiliki 3 buah kawah danau dengan warna yang berbeda yakni merah, biru dan putih.
Seiring dengan perjalanan waktu, warna - warna ini pun berubah. Kelimuti sendiri gabungan dari kata 'keli' yang berarti gunung dan 'mutu' yang berarti mendidih. Dibalik panorama alam yang menyegarkan mata, masing - masing danau ini dipercaya memiliki kekuatan alam dan makna yang berbeda - beda. Penduduk setempat percaya danau ini menjadi rumah para jiwa - jiwa orang yang telah meninggal dan wajib memberikan sesajen ketika danau berubah warna.
4. Danau Merah Pagaralam, Sumatera Selatan
Danau berwarna merah darah ini terletak di perbukitan Raje Mandare perbatasan Kota Pagaralam dan Kaur, Bengkulu. Meskipun permukaan danau tampak berwarna merah, tetapi sebenarnya dia bening seperti air pada umumnya.
Danau ini seperti halnya dengan Danau Hilier yang berwarna merah muda di Kanada. Danau Merah Pagaralam beru diketahui pada tahun 2010 ketika ada rombongan warga yang melakukan ekspedisi di kawasan Rimbacandi. Untuk mencapai ke danau ini diperlukan waktu 1 - 2 hari perjalanan dari Kota Bengkulu melewati hutan, kawasan rimba candi, dan Dempo Selatan.
5. Danau Satonda, NTB
Danau ini juga memerangkap air laut didalamnya bahkan kadar garam di danau ini diperkirakan lebih tinggi dari air laut disekitarnya. Danau ini diperkirakan terbentuk akibat letusan Gunung Tambora. Belum banyak penelitian yang dilakukan untuk melihat ragam flora dan fauna yang hidup disana.
Penelitian paling lengkap dilakukan oleh dua orang ilmuwan Eropa, Kempe dan Kazmierczak di tahun 1989 dan 1996. Hasil penelitiannya mereka tuangkan dalam artikel berjudul Microbialities & Hydrochemistry of the Crater Lake Satonda, tahun 1996. src